Tampilkan postingan dengan label Mutiara Kesalehan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mutiara Kesalehan. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Februari 2012

Membaca Sebuah Kitab 700 Kali


"Seorang ulama yang bernama Abu Bakar al-Abhari, telah membaca kitab Mukhtasar Ibnu Abi Hakam sebanyak 500 kali, As-Asadiyah sebanyak 75 kali, Mukhtasar al-Barqi sebanyak 70 kali, Al-Mabsuth sebanyak 70 kali dan Al-Muwaththa karya Imam Malik sebanyak 45 kali."

"Al-Hafiz al-Hasan as-Samarqandi membaca Sahih Muslim lebih daripada 30 kali. Dan Abu Sa'id Al-Buhairi membaca Sahih Muslim di hadapannya lebih daripada 20 kali."

"Seorang alim daripada Andalusia telah mengkhatamkan bacaan Sahih Bukhari sebanyak 700 kali dan anak murid Imam Asy-Syafi'e, yaitu Al-Muzani telah mengkhatamkan bacaan kitab Ar-Risalah karya gurunya itu sebanyak 500 kali!"



Keajaiban Ulama


Jumat, 10 Februari 2012

ISLAM ADALAH KERAJAAN ALLAH DI ATAS BUMI



“Tata Sosial Islam adalah kerajaan Allah di atas bumi, karena di dalam tata sosial Allah itu, bukan manusia, dianggap sebagai Raja, Sang Penguasa Tertinggi, yang Kehendak, Hukum, Suruhan, Perintah dan Larangannya mempunyai kekuatan yang mutlak. Manusia hanyalah sebagai wakil-Nya atau khalifah-Nya, yang dipercayakan sebuah amanah untuk mengatur sebuah pemerintahan yang sesuai dengan kehendak dan kesukaan Allah”.


Syed Muhammad Naquib Alatas:
ISLAM: KONSEP AGAMA DAN DASAR DARI ETIKA DAN MORALITAS



Rabu, 08 Februari 2012

TIGA PERKARA YANG WAJIB BAGI SEORANG MU’MIN




“Ada tiga perkara yang wajib diperhatikan oleh setiap mu’min  dalam seluruh keadaan, yaitu:

1.    Melaksanakan segala perintah Allah

2.    Menjauhkan diri dari segala yang haram.

3.    Ridha dengan hukum-hukum dan ketentuan Allah.

Ketiga peerkara ini jangan sampai tidak ada pada seorang mu’min. Oleh karena itu, seorang mu’min harus memikirkan perkara ini, bertanya kepada dirinya tentang perkara ini dan anggota tubuhnya melakukan perkara ini”



Syekh Abdul Qodir Jaelani: Futuhul Ghaib


Rabu, 04 Januari 2012

Berkurangnya Pertolongan Allah SWT disebabkan Kurangnya Ketaatan dan Pelaksaan Perintah-Nya



Tatkala para sahabat merupakan manusia yang paling sungguh-sungguh dalam menjalankan perintah Allah Taala dan paling mentaati-Nya setelah Nabi SAW,-- maka DIA (Allah) menolong mereka dengan sempurna. Dan Ketika generasi sepeninggal mereka mengurangi pelaksanaan perintah dan ketaatan, maka Allah-pun mengurangi pertolongan-Nya terhadap mereka.


(Ibnu Katsir, Ringkasan tafsir Ibnu Katsir III/519)